Sahabat Baru dari Etiopia
Kamis malam tanggal 3 April 2008 adalah malam yang mengesankan. Selepas sholat Isya di Masjid Manarul Ilmi, ketika sedang mengerjakan tugas-tugas di sekpa JMMI tiba-tiba HP bergetar, rupanya ada telepon masuk. Nomornya mentari tapi nomor asing bagi saya. Suarannya kurang jelas dan terbata-bata berbicara dengan basa Indonesia, dalam hati ‘Ini siapa yang telepon ?’. Dan terjadilah dialog dalam telepon yang kurang lebih percakapannya seperti ini
Mr. Okuno : “Hallo, Mr. Faizal saya Okuno, minta tolong gambar di Software CATIA bisa tidak?”
Saya : “Hallo, mau buat gambar apa?”
Mr. Okuno : “Gambar buat Tugas Pengembangan Produk II, Sekarang dimana Faizal? Bisa Ketemu tidak?
Saya : “Mr dimana sekarang?”
Mr. Okuno : “Saya di lab. Manufaktur, kapan bisa ketemu ?”
Saya : “Ya tunggu di lab manufaktur saya segera kesana”
Dengan semangatnya langsung meluncur ke jurusan mesin, naik ke lab manufaktur. Subhanalloh ada orang hitam memkai topi putih di lab manufaktur. Trus salaman, saya Faizal, Ohw dia menjawab “Saya Okuno, S2 manufaktur”. Kebetulan banyak teman-teman yang bermuqim di lab, ada Fahru, Dian, Abet, dan Mas Hasan. Jadi tidak canggung dan cair untuk ngobrol.
Saya bingung ngomong apa ya. Mau bahasa inggris masih amburadul, bahasa ethiopia apalagi tidak bisa. Rupanya Okuno ini juga sedikit-sedikit bisa Bahasa Indonesia. Dia punya problem Tugas Pengembangan Produk II untuk membuat model rangka sepeda dengan software CATIA. Saya menanyakan “Mas Hasan mana sket rancangannya?”. Mas hasan pun menjawab “Sik sal, ta cari dulu”. Setelah ada rancangannya, menyalakan komputer, running CATIA V5R14, saya lihat ukuran-ukurannya bingung mulai dari mana ini. Okuno pun banyak bertanya walaupun bahasanya campuran Inggris Indonesia. Tapi ya little-little I can, mengerti maksudnya.
Dengan segenap kemampuan dan Ilmu yang sudah diperoleh saya mulai menggambar sambil ngobrol sama Okuno. Alhamdulillah modelnya beres, tapi ngobrol terus aja sambil latihan speaking dengan orang asing. Setelah itu Mr okuno offering something (menawarkan sesuatu). “Do you want eat?” tanya Okuno. Pikirku boleh juga nih ditraktir, dibayarin oleh orang lain, jadi makan gratis. “Oh, yes” jawabku semangat diajak makan. Karena di cafe mesin airnya belum matang, “Mr Faizal Gimana kalau makan around sakinah, tapi saya hanya minum saja” Oh boleh. Berdua naik motor ke depan sakinah. Okuno pesen es Teh, dan saya pesen bakso. Sambil makan ngobrol banyak seputar Mr. Okuno. Selesai makan, Mr Okuno diantarkan ke kosnya di blok J perumdos, skalian pengen tahu dimana tinggallnya. Okuno mengutarakan “Mampir kesini kalau ada waktu, kapan-kapan kalau saya butuh lagi nanti di sms”. “oh, yes” jawabku.
Bersyukur sekali, atas kehendak-Mu saya dipertemukan dengan orang asing yang belum kenal sama sekali, dan saya bisa menolong dengan kemampuan yang saya bisa, walaupun tidak seberapa.
1 comment so far
Leave a reply

wah asyik yah