Proses S2 di NTUST : Interview

Melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi menjadi impian banyak orang. Termasuk saya yang menginginkan meneruskan sekolah ke master degree kalau bisa sampai doctoral. Tentunya semua harus diusahakan untuk mendapatkannya.

Alhamdulillah pada bulan oktober 2009 ada kabar dari seorang teman bahwa beberapa professor dari Taiwan Tech akan ke Surabaya tepatnya berkunjung ke kampus ITS, tanggal 9 November 2009. Sekaligus ada mengadakan interview untuk rekruitmen international program S2 dan S3. Tapi sebelumnya di minta email dulu ke profesornya, berikut emailnya :

Dear Professor,

I am Faizal Ramdhani. I graduated from Mechanical Engineering Department (Design Engineering Research Division), Sepuluh Nopember Institute of Technology (ITS), Surabaya, Indonesia.

I have finished my bachelor program in 2009, and I am very eager to continue my study for a higher degree. I would like to pursue my study in NTUST (National Taiwan University of Science and Technology) and I will attendance the interview test at November 9th, 2009 in ITS, Surabaya.

I wish I can be accepted in this interview because I feel confident that my qualifications are more that sufficient. My GPA is 3.26. Beside of that my English proficiency is good enough. I have plant to continue my research in Vibration, especially Vibration Energy Harvesting.

So I hope I can meet you in the interview occasion. Thank you very much in advance.

Sincerely Yours,

Faizal Ramdhani

Selang beberapa hari dibalas sama profesornya ….. Read more »

HIKING #1 (CIKADUT-MARIBAYA)

Setelah sempat tertunda dari rencana awal, akhirnya hari ahad tanggal 11 Oktober 2009 dapat terwujud untuk melakukan hiking, ngalelempeng tuur. Hiking kali ini tujuan akhirnya adalah Maribaya lewat Dago Pakar atau Tahura (Taman Hutan Raya) Ir. H. Djuanda. Maribaya adalah salah satu objek wisata di daerah Bandung Utara.

Perjalanan dimulai dari Cikadut dekat Cicaheum. Cikadut adalah kawasan pemakaman buat tionghoa atau sering disebut kuburan Cina. Pemakaman yang sangat mewah sekali. Berjalan bersama Mamang Ma’ad, Irfan, Angga, Ihsan, Ii. Yang semuanya adalah keluarga besar Apa Iing. Berangkat dari rumah Mamang Ma’ad jam 07.00 menyusuri Cikadut dengan medan jalan menanjak. Trus berjalan … biasanya di hari ahad banyak juga yang jalan-jalan di daerah Cikadut ini. Perjalanan diteruskan ke Cibenteng. Menyusuri perkampungan, rumah panggung adat sunda. Suasana kampung yang tenang, sejuk, yang kebanyakan penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan peternak sapi.

Dengan track yang terus menanjak, walaupun otot kaki mulai terasa susah untuk dilangkahkan tapi tetap harus berusaha untuk sampai tujuan. Mengarungi bukit-bukit yang akan ditanami berbagai jenis sayuran. Sayang saat ini bukan musim panen, tapi mau musim tanam. Kalau musim panen bisa sekalian bantu para petani. Naik turun bukit, menyusuri lembah, kaya Si Bolang yang sedang bermain. Sesekali menyapa orang yang berpapasan.

Diatas bukit, subhanallah indah terasa melihat kota Bandung yang menghampar. Melihat sekeliling bukit yang indah. Gradasi warna dari lapisan tanah begitu terlihat. Saatnya untuk bertafakur, alam yang indah ini telah dirusak oleh manusia sendiri. Sejauh mata memandang, telah banyak lahan yang mulai dijadikan lahan pemukiman, padahal kawasan ini adalah daerah resapan air untuk kota bandung.

Selanjutnya perjalanan memsuki kawasan Dago Pakar. Ini sudah masuk hutan pinus. Yang sering dipakai untuk track motor cross, banyak sekali yang lewat sini untuk menjelajah dago pakar.  Tiba-tiba sampai di tengah-tengah jalan yang menguhubugkan dago pakar dan maribaya. Dahulu jalan ini adalah jalan satapak atau jalan yang hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Sekarang jalannya sudah bagus, jalannya diberi paving block, jadi sepeda motor pun bisa berlalu lalang. Setelah beberapa saat diskusi akhirnya diputuskan untuk lanjut ke Maribaya dulu, nanti pulangnya kembali turun ke bawah ke Dago Pakar.

Ternyata dari persimpangan tadi lebih dekat ke Maribaya. Beberapa menit berjalan lagi sudah sampai di Maribaya. Melewati jembatan Ciomas, yang dibawahnya ada curug (air terjun) Ciomas. Alhamdulillah sampai ke tujuan akhir di Maribaya sekitar jam 12.00 siang. Hufhhhh … perjalanan yang panjang. Duduk duduk di rumput tempat niis, tempat dimana banyak pengunjung yang duduk, bahkan banyak yang botram (makan bersama) di Maribaya. Perbekalan pun dibuka, semua kelaparan, dan langsung melahap nasi yang dibawa. Setelah habis, angin sisiliwiran sejuk rasanya membuat kelopak mata berat untuk dibuka. Di hamparan rumput Maribaya, semua tidur-tiduran dan terlelap.

Semuanya sudah terbangun, siap-siap untuk meneruskan perjalanan kembali pulang melewati kawasan Dago Pakar. Cukup lumayan jauh ternyata harus berjalan lagi sekitar 2 jam. Melewati Gua Belanda, gua yang dulu dijadikan tepat persembuyian dan gudang senjata oleh penjajah Belanda. Kalau sekarang dijadikan tempat syuting Uka-uka dan Dunia Lain. Tanpa senter, menyusuri gua yang gelap gulita. Sampai diujung keluar gua, istirahat lagi. Rasa pegal mulai terasa. Wah ada mushola, semua melakukan sholat dulu sambil istirahat.

Setelah stamina kembali pulih, perjalanan tinggal sedikit lagi, sampai ke terminal Dago. Pulang kembali menggunakan Angkutan Kota. Akhirnya sampai kembali ke rumah Mamang Ma’ad. Alhamdulillah puas sekali rasanya. Melihat kota bandung yang indah. Menikmati alam yang penuh simfoni.

Kembali Mengajar

Setelah kembali ke Bandung, menyandang status pengangguran. Sebenarnya tidak ada kata menanggur di dalam kamus saya. Tapi memang saat ini belum ada pekerjaan yang tetap. Sambil menunggu proses-proses seleksi untuk mendapatkan pekerjaan yang tetap. Bepikir apa ya yang bisa dilakukan, pokoknya waktu yang dilalui harus produktif. Langkah awal mencoba silaturahmi dengan kawan-kawan lama. Alhamdulillah ada tawaran untuk ngajar gambar teknik, pintu rizki terbuka. Dan proses belajar pun dimulai.

Hari-hari berikutnya silaturahmi lagi dengan kawan SMU, sobat seperjuangan. Ngobrol-ngobrol eh ternyata besoknya di sms, ada tawaran untuk mengajar privat smp-smu. Alhamdulillah pintu rizki terbuka kembali. Dan kesibukan pun bertambah. Ternyata hikmah bersilaturahmi itu luar biasa. Yang salah satu hikmahnya adalah membuka pintu rizki.

Berbekal pengalaman mengajar privat juga ketika masa kuliah di Surabaya. Alhamdulillah sekitar 1 setengah tahun menjadi pengajat privat. Proses mendapatkan murid di surabaya sangat mengesankan karena datang dengan tidak disangka-sangka. Sekarang muridnya sudah kuliah di PENS ITS. Terasa sekali kebanggan karena menjadi jalan orang lain untuk lebih sukses. Mungkin ini perasaan seorang guru yang melihat anak didiknya sukses. Perasaan yang tidak dapat tergantikan dengan sekedar materi.

Namun bagi saya, mengajar itu akan mendapat beberapa manfaat : (1) merupakan kewajiban seseorang yang telah mendapatkan ilmu, untuk mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain. (2) berharap dari proses mengajar itu mendapatkan balasan pahala dari Allah (3) dengan mengajar, maka termotivasi untuk mengulang kembali perlajaran-pelajaran yang pernah dipelajari (4) tentunya mendapatkan materi dari keringat yang kita keluarkan.

Alhamdulillah, dengan kembali mengajar. Dapat mengisi waktu untuk mendapatkan pekerjaan yang sebenarnya. Mudah-mudahan sedikit ilmu yang diamanahkan kepada saya dapat bermanfaat untuk orang lain, menjadi jalan kesuksesan.

Jenang atau Jeneng

Beda satu huruf memiliki arti yang berbeda. Dua kata itu diungkapkan seorang teman sebagai nasihat untuk awalan dalam bekerja. Selepas menyelesaikan kuliah dan akan memasuki dunia kerja, penting untuk mengambil pengalaman dari orang yang sudah lebih dulu melewati masa-masa memasuki dunia kerja. Pada awalnya ditanya “Pilih mana jenang atau jeneng?”

jenang atau jeneng

jenang atau jeneng

Setelah bingung harus memilih apa, sebuah lelucon keluar kalau jenang enak rasanya kalau jeneng ya jeneng artinya nama. Ternyata jawabnya adalah dua istilah itu menggambarkan orintasi dalam bekerja. Jenang itu diibaratkan materi sebagai imbalan dalam bekerja, sedangkan jeneng adalah sebuah kepercayaan (trust) dalam tempat kerja kita. Tidak sedikit memang orang lebih memilih jenang, karena memang materi sangat menggiurkan. Dan sebagai  manusia normal yang mempunyai nafsu dalam hal keduniaan maka tidak salah ketika materi yang menjadi orientasi dalam bekerja. Apalagi mempunyai gelar dan sudah mempunyai keahlian tertentu, bisa memberikan daya tawar tersendiri dalam memilih pekerjaan dan menentukan imbalan dari jerih payah keringat yang dikeluarkan untuk bekerja. Tapi bagi yang awalan untuk bekerja mungkin jeneng atau kepercayaan orang lain itu sangat menentukan dalam hal pekerjaan. Jita memiliki jeneng (red : kepercayaan) di tempat kerja kita maka kita dikenal dengan kelebihan yang kita miliki dengan otomatis lambat laun materi akan menyesuaikan. Tapi ya mesti sabar, pasti ada waktunya.

Read more »

Mixer Biogas

tampak depan mixer biogasBiogas merupakan salah satu energi alternatif pada saat ini. Secara definisi Gas Bio atau biogas adalah gas yang dapat dibakar dimana komposisinya didominasi oleh gas metana yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob). Pemanfaatan biogas dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga (memasak) dan dalam skala lebih besar bisa digunakan untuk menggerakan generator sebagai pembangkit listrik

Read more »

Menambah Jumlah, Mengurangi Jatah

Tak terasa semakin hari umur ini semakin bertambah. Begitu banyak nikmat yang Engkau berikan Ya Rabb. Nikmat iman, nikmat islam, nikmat sehat, nikmat berkumpul dengan orang-orang yang shalih, dan nikmat yang lain. Malu rasanya hamba ini, hamba masih sering bermaksiat, sering berbuat dosa, tidak sebanding dengan nikmat yang Engkau berikan, Ya Rabb. Hamba mohon ampun atas segala kekhilafan yang telah hamba lakukan.

Diri ini sadar, bahwa jatah untuk beramal di dunia ini semakin berkurang. Kematian selalu mengintai setiap manusia di dunia. Umur, Jodoh, Rizki telah engkau tentukan pada hamba saat terlahir ke dunia ini. Untuk itu jadikanlah sisa umur hamba ini menjadi sisa umur yang bermaafaat. Bermanfaat bagi diri sendiri, orang tua, bangsa, dan Islam tercinta ini. Jadikanlah diri ini menjadi hamba yang senantiasa pembela agamamu.

Mudahkanlah segala urusan hamba baik di dunia atau dikahirat kelak, mudahkanlah meraih segala cita-cita yang hamba inginkan. Hanya kepada-Mu lah hamba meminta dan memohon pertolongan.   

Sahabat Baru dari Etiopia

Kamis malam tanggal 3 April 2008 adalah malam yang mengesankan. Selepas sholat Isya di Masjid Manarul Ilmi, ketika sedang mengerjakan tugas-tugas di sekpa JMMI tiba-tiba HP bergetar, rupanya ada telepon masuk. Nomornya mentari tapi nomor asing bagi saya. Suarannya kurang jelas dan terbata-bata berbicara dengan basa Indonesia, dalam hati ‘Ini siapa yang telepon ?’. Dan terjadilah dialog dalam telepon yang kurang lebih percakapannya seperti ini

Read more »

Manajemen Perubahan

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan dibelakangnya, mereka manjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka yang mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia” (Q.S Ar-Ra’ad 13:11).

Sering kita merasa, hari demi hari yang kita jalani tidak mengalami perubahan yang berati. Perubahan merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan dunia ini. Kita berharap semua mengalami perubahan untuk menjadi lebih baik. Tanpa disadari perubahan dan ketidakpastian selalu mengintai kita dan menjadi bagian hidup kita. Seringkali kita tidak dapat mengendalikan perubahan yang terjadi pada diri kita, yang akhirnya kita dikendalikan oleh perubahan tersebut. Baik dalam pendidikan, pekerjaan, dunia bisnis, bermasyarakat, organisasi dan aktivitas keseharian, kita harus tanggap ter hadap perubahan.
Seorang pengusaha muslim terkaya dari India, Azim Premji menyampaikan sebuah pidato yang sangat menarik dan menggugah dalam Pertemuan Tahunan ke-37 tahun 2002, IIM, Ahmedabad, India.

Read more »

Bekerja itu Ibadah, Berprestasi itu Indah

bekerja itu ibadah, berprestasi itu ibadah

Dalam perjalanan SE (study excursi) ke Pulau Borneo (Balikpapan-Samrinda-Bontang) pada tanggal 1-6 juli 2007 menemukan sebuah spanduk yang luar biasa menggugah semangat. Spanduk itu dipasang dalam plan PT. Pupuk Kaltim (PKT), tepatnya di workshop IPP (Industri Peralatan Pabrik). Ketika pertama kali melihat, sungguh luar biasa ‘Subhanalloh’ di pabrik sebesar ini, pabrik pupuk urea terbesar di Indonesia ada spanduk yang memberikan pelajaran kepada kita semua bahwa bekerja bukan untuk mencari gaji saja, mencari kedudukan dan jabatan saja, bukan mencari kesenangan dunia saja. Tapi bekerja itu untuk ibadah, apalagi kalau sudah punya istri dan anak jerih payah seorang suami untuk mencari nafkah itu mendapat pahala. Agar berpahala niatnya harus ikhlas.

Read more »

Kampus Merah

Dalam jaket merahDalam jaket merahDalam jaket merah

Tak Tersasa sudah hampir 4 tahun sudah ku berada di kampus merah

Jurusan Teknik mesin its.

Suka duka silih berganti

menanti waktu untuk menyelesaikan studi tahap sarjana

mendapat gelar sarjana teknik (ST).

Kusadari belum banyak yang dapat ku persembahkan buat almamater ini.

Vivat mesin …. ‘Mesin Uber Alles’

Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.